Kekerasan atas nama agama beberapa tahun terakhir kerap "mewarnai" berbagai sisi kehidupan masyarakat di tanah air, hal ini bisa diredam dengan upaya persatuan umat melalui pendidikan multikultural.
Kalimat tersebut disampaikan pemerhati multikultural dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr Phil H Muhammad Nur Kholis Setiawan usai menghadiri dialog pengembangan wawasan multikultural antar-umat beragama bagi para pemimpin agama, pemuda dan mahasiswa lintas agama bersama Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Riau, di Pekanbaru, Rabu (25/1).
Dialogue Centre is a semi-independent institute in the Graduate Programme, State Islamic University (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta that organizes the education of pluralism in order to build an Indonesian community that highly appreciates the religious diversity. selanjutnya






![]() | Hari ini | 7 |
![]() | Minggu ini | 109 |
![]() | Bulan ini | 233 |
![]() | Total | 309 |
Toleransi umat beragama di Indonesia, masih terancam. Kesimpulan tersebut, bukan sebatas wacana, tetapi dapat dibuktikan secara ilmiah.
Kepala Kanwil Kementrian Agama (Kemenag) Sulteng, Dr H Mohsen MM, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil survei yang dilakukan Setara Institute, menunjukkan, 40 persen masyarakat Indonesia, menganggap konflik yang terjadi karena masalah suku dan agama.
“Kondisi ini tentu saja masih menjadi ancaman toleransi beragama di Indonesia. Hasil survei ini, sekaligus menunjukkan bahwa, bahwa selama 66 tahun merdeka, Indonesia belum bisa lepas dari permasalahan
Baca selengkapnya...
Dinamika kebangsaan saat ini semakin mengalami degradasi. Trend negatif tersebut, berimbas pada semua sektor. Bukan hanya pada semakin lunturnya nilai-nilai nasionalisme, tetapi juga berimbas pada dinamika kehidupan dan hubungan antar umat beragama di Indonesia.
Direktur Dialogue Centre Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogyakarta, Prof Dr Phil HM Nurkholis Setiawan, mengatakan bahwa pemerintah, secara langsung ikut memberikan andil penyebab lunturnya nilai-nilai kebangsaan tersebut.
“Kita lihat sekarang kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Semangat untuk mendirikan Rintisan
Baca selengkapnya...
Kekerasan atas nama agama beberapa tahun terakhir kerap mewarnai berbagai sisi kehidupan masyarakat di tanah air, seperti yang terjadi di Bogor, di mana umat Nasrani dilarang beribadah, hal ini bisa diredam dengan upaya persatuan umat melalui pendidikan multikultural yang baik.
Demikian diungkapkan Prof Dr H Muhammad Nur Kholis Setiawan usai menghadiri dialog pengembangan wawasan multikultural antar umat beragama bagi para pemimpin agama, pemudan dan mahasiswa lintas agama bersama Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Papua di hotel Matoa, Jayapura, Selasa (14/2), kemarin.
Direktur Pusat Dialog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalidjaga Yogyakarta Nur Kholis Setiawan mengatakan konflik bernuansa agama yang terjadi di Tanah Air terjadi karena agama dijadikan 'bensin'.
Direktur Pusat Dialog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalidjaga Yogyakarta Nur Kholis Setiawan mengatakan konflik bernuansa agama yang terjadi di Tanah Air terjadi karena agama dijadikan "bensin".
Dialogue Centre
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Lt. 4 Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281
No. Telepon : (0274) 519709
No. Fax : (0274) 586117
E-mail : admin@dialogue-centre.org